08 Oktober 2010

FUNGSI, LARAS, DAN RAGAM BAHASA

Pengertian Bahasa :

  • Bahasa dibentuk oleh kaidah aturan serta pola yang tidak boleh dilanggar agar tidak menyebabkan gangguan pada komunikasi yang terjadi. Kaidah, aturan dan pola-pola yang dibentuk mencakup tata bunyi, tata bentuk dan tata kalimat. Agar komunikasi yang dilakukan berjalan lancar dengan baik, penerima dan pengirim bahasa harus harus menguasai bahasanya.
Fungsi Bahasa dalam masyarakat :

  1. Alat untuk berkomunikasi dengan sesama manusia.
  2. Alat untuk bekerja sama dengan sesama manusia.
  3. Alat untuk mengidentifikasi diri.
  4. Alat yang memungkinkan terjadinya penyatuan berbagai-bagai suku bangsa dengan latar belakang sosial budaya dan bahasanya masing-masing ke dalam kesatuan bangsa.
  5. Alat penghubung antardaerah dan antarbudaya.
  6. Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara


RAGAM BAHASA
arti dari Ragam bahasa adalah varian dari sebuah bahasa menurut pemakaian. tapi ragam bahasa itu beda dengan dialek kalo dialek itu varian dari sebuah bahasa menurut pemakai ato kita kita yang berbicara. Variasi itu bisa juga berbentuk dialek, aksen, laras, gaya, atau variasi variasi sosiolinguistik yang lainnya, termasuk variasi bahasa baku itu sendiri. 
Jenis ragam bahasa :
Berdasarkan pokok pembicaraan, ragam bahasa dibedakan antara lain atas:

  • Ragam bahasa undang-undang
  • Ragam bahasa jurnalistik
  • Ragam bahasa ilmiah
  • Ragam bahasa sastra
Berdasarkan media pembicaraan, ragam bahasa dibedakan atas:
1. Ragam lisan yang antara lain meliputi:
  • Ragam bahasa cakapan
  • Ragam bahasa pidato
  • Ragam bahasa kuliah
  • Ragam bahasa panggung
2. Ragam tulis yang antara lain meliputi:
  • Ragam bahasa teknis
  • Ragam bahasa undang-undang
  • Ragam bahasa catatan
  • Ragam bahasa surat

Ragam bahasa menurut hubungan antarpembiacra dibedakan menurut akrab tidaknya pembicara
* Ragam bahasa resmi
* Ragam bahasa akrab
* Ragam bahasa agak resmi
* Ragam bahasa santai

LARAS BAHASA
definisi Laras bahasa atau dalam bahasa Inggrisnya register adalah ragam bahasa yang digunakan untuk suatu tujuan atau pada konteks sosial tertentu. tapi banyak juga laras bahasa yang bisa diidentifikasikan tanpa batasan yang jelas di antara mereka(laras bahasa).
atau definisi lainnya : Gaya dan penggunaan sesuatu bahasa atau Gaya merujuk kepada pelisanan dan penulisan.


07 Oktober 2010

Tugas Java

Komponen – komponen yang terdapat dalam JDK. 

Kompilator (javac)
Berfungsi untuk kompilasi file source code : *.java menjadi *.class

Interpreter (java)
Bertugas untuk menjalankan bytecode (*.class)

Applet Viewer
Digunakan untuk menjalanakan applet viewer, namun sekarang sudah digantikan browser.


Java Debugger
Bertugas untuk melakukan debugging aplikasi java. 

Java Class File Diassembler (javap)
Bertugas membuat daftar method dan attribute public dari suatu kelas.


Java Header and Stub Generator
Bertugas menerjemahkan bahasa yang ditulis dalam bahasa Java menjadi bahasa pemrograman C.

Java Documentation Generator
Menampilkan pustaka kelas, interface, constructor, dan method standard yang telah dibuat vendor.


Token adalah elemen terkecil di program yang masih memiliki arti.

Identifier adalah token yang merepresentasikan nama sesuatu. Sesuatu tersebut adalah variabel, atau konstanta, atau method, atau kelas, atau package, atau interface.

Kegunaan dari :

a.   Operator melakukan komputasi terhadap satu/dua objek data.
b.   Separator menginformasikan ke compiler java mengenai adanya kelompok kode program.
c.   Keyword break berfungsi untuk untuk keluar dari kendali percabangan switch, dan untuk keluar dari kendali perulangan.
d.  Keyword continue berfungsi untuk segera lompat ke perulangan berikutnya.

15 Mei 2010

Bentuk-Bentuk Struktur Pasar Konsumen


Bentuk-Bentuk Struktur Pasar Konsumen - Persaingan Sempurna, Monopolistik, Oligopoli dan Monopoli
1. Pasar Persaingan Sempurna
Jenis pasar persaingan sempurna terjadi ketika jumlah produsen sangat banyak sekali dengan memproduksi produk yang sejenis dan mirip dengan jumlah konsumen yang banyak. Contoh produknya adalah seperti beras, gandum, batubara, kentang, dan lain-lain. Sifat-sifat pasar persaingan sempurna :
- Jumlah penjual dan pembeli banyak
- Barang yang dijual sejenis, serupa dan mirip satu sama lain
- Penjual bersifat pengambil harga (price taker)
- Harga ditentukan mekanisme pasar permintaan dan penawaran (demand and supply)
- Posisi tawar konsumen kuat
- Sulit memperoleh keuntungan di atas rata-rata
- Sensitif terhadap perubahan harga
- Mudah untuk masuk dan keluar dari pasar


2. Pasar Monopolistik
Struktur pasar monopolistik terjadi manakala jumlah produsen atau penjual banyak dengan produk yang serupa/sejenis, namun di mana konsumen produk tersebut berbeda-beda antara produsen yang satu dengan yang lain. Contoh produknya adalah seperti makanan ringan (snack), nasi goreng, pulpen, buku, dan sebagainya. Sifat-sifat pasar monopolistik :
- Untuk unggul diperlukan keunggulan bersaing yang berbeda
- Mirip dengan pasar persaingan sempurna
- Brand yang menjadi ciri khas produk berbeda-beda
- Produsen atau penjual hanya memiliki sedikit kekuatan merubah harga
- Relatif mudah keluar masuk pasar


3. Pasar Oligopoli
Pasar oligopoli adalah suatu bentuk persaingan pasar yang didominasi oleh beberapa produsen atau penjual dalam satu wilayah area. Contoh industri yang termasuk oligopoli adalah industri semen di Indonesia, industri mobil di Amerika Serikat, dan sebagainya. Sifat-sifat pasar oligopoli :
- Harga produk yang dijual relatif sama
- Pembedaan produk yang unggul merupakan kunci sukses
- Sulit masuk ke pasar karena butuh sumber daya yang besar
- Perubahan harga akan diikuti perusahaan lain


4. Pasar Monopoli
Pasar monopoli akan terjadi jika di dalam pasar konsumen hanya terdiri dari satu produsen atau penjual. Contohnya seperti microsoft windows, perusahaan listrik negara (pln), perusahaan kereta api (perumka), dan lain sebagainya. Sifat-sifat pasar monopoli :
- Hanya terdapat satu penjual atau produsen
- Harga dan jumlah kuantitas produk yang ditawarkan dikuasai oleh perusahaan monopoli
- Umumnya monopoli dijalankan oleh pemerintah untuk kepentingan hajat hidup orang banyak
- Sangat sulit untuk masuk ke pasar karena peraturan undang-undang maupun butuh sumber daya yang sulit didapat
- Hanya ada satu jenis produk tanpa adanya alternatif pilihan
- Tidak butuh strategi dan promosi untuk sukses


Tambahan :
- Monopsoni adalah kebalikan dari monopoli, yaitu di mana hanya terdapat satu pembeli saja yang membeli produk yang dihasilkan.
- Monopoli adalah sesuatu yang dilarang di Republik Indonesia yang diperkuat dengan undang-undang anti monopoli.

18 April 2010

Perilaku Konsumen dan Perilaku Produsen

1. Perilaku Konsumen
    Perilaku konsumen terbagi ada 2 pendekatan :
  • Pendekatan Marginal Utility (kardinal), kepuasan konsumen dapat diukur dengan satu-satuan, misalnya uang.
  • Pendekatan Indifference Curve (ordinal), kepuasan konumen tidak dapat diukur dengan satu-satuan tingkat kepuasan konsumen dapat dinyatakan lebih tinggi atau rendah.
          Ciri-ciri kurva indiferens:



  1. Mempunyai kemiringan yang negatif (konsumen akan mengurangi konsumsi barang yg satu apabila ia menambah jumlah barang lain yang di konsumsi).
  2. Cembung ke arah titik origin, menunjukkan adanya perbedaan proporsi jumlah yang harus ia korbankan untuk mengubah kombinasi jumlah masing-masing barang yang dikonsumsi (marginal rate of substitution)
  3. Tidak saling berpotongan, tidak mungkin diperoleh kepuasan yang sama pada suatu kurva indiferens yang berbeda.

       Konsep elastisitas
       Terdapat tiga macam konsep elastisitas permintaan, yaitu :



       a. Elastisitas Harga,


       b. Elastisitas Silang,
       c. Elastisitas Pendapatan.

    Elastisitas Harga yaitu persentase perubahan jumlah barang yang diminta yangdisebabkan oleh   perubahan harga barang itu sebesar satu persen.

    Elastisitas Silang ( Elastisitas Harga Silang) yaitu persentase perubahan jumlah barangyang diminta yang disebabkan oleh perubahan harga barang lain (barang yang mempunyai hubungan) sebesar satu persen.

    Elastisitas Pendapatan yaitu persentase perubahan jumlah barang yang diminta yang disebabkan oleh perubahan pendapatan riel konsumen sebesar satu persen.




    2. Perilaku produsen
       Teori produksi adalah teori yang menjelaskan hubungan antara tingkat produksi dengan jumlah faktor-faktor produksi dan hasil penjualan outputnya.


    Fungsi Produk

    Fungsi produksi adalah suatu fungsi atau persamaan yang menunjukkan hubungan fisik atau teknis antara jumlah faktor-faktor produksi yang dipergunakan dengan jumlah produk yang dihasilkan per satuan waktu, tanpa memperhatikan harga-harga, baik harga faktor-faktor produksi maupun harga produk. Secara matematis fungsi produksi tersebut dapat dinyatakan:

    Y = f (X1, X2, X3, ……….., Xn)

    dimana Y = tingkat produksi (output) yang dihasilkan dan X1, X2, X3, ……, Xn adalah berbagai faktor produksi (input) yang digunakan. Fungsi ini masih bersifat umum, hanya biasa menjelaskan bahwa produk yang dihasilkan tergantung dari faktor-faktor produksi yang dipergunakan, tetapi belum bias memberikan penjelasan kuantitatif mengenai hubungan antara produk dan faktor-faktor produksi tersebut. Untuk dapat memberikan penjelasan kuantitatif, fungsi produksi tersebut harus dinyatakan dalam bentuknya yang spesifik, seperti misalnya:
    a) Y = a + bX ( fungsi linier)
    b) Y = a + bX – cX2 ( fungsi kuadratis)
    c) Y = aX1bX2cX3d ( fungsi Cobb-Douglas), dan lain-lain.

    Faktor Produksi Alam adalah sumber daya ekonomis yang disediakan alam sebagai anugerah Tuhan.
    Faktor Produksi Tenaga kerja adalah sumber daya tenaga yang dihasilkan individu baik bersifat jasmani maupun rohani yang ditujukan untuk produksi. Faktor tenga kerja dilihat dari,
         a. Sifatnya

    • Rohani yaitu kegiatan pencurahan pikiran dalam proses produksi, kegiatan yang lebih banyak menggunakan kemampuan berpikir. Contoh: Editor, manager dll 
    • Jasmani yaitu kegiatan yang lebih mengutamakan fisik/tenaga dalam proses produksi. Contoh: sopir,petani dll
          b. Kualitasnya

    • Terdidik (skilled labour), yaitu tenaga kerja yang memerlukan pendidikan formal. Contoh: Dokter,Guru dll. 
    • Terlatih (trained labour), yaitu tenaga kerja yang memerlukan pengalaman atau latihan. Contoh: Sopir,masinis dll. 
    • Tidak terdidik dan terlatih, yaitu tenaga kerja yang tidak memilki kepandaian atau ketrampilan tertentu tetapi lebih mengandalkan fisik. Contoh: Kuli angkut, buruh dll
    Faktor Produksi Modal merupakan barang yang dihasilkan dan dapat dipergunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan produk lebih lanjut. Modal dapat digolongkan,
         a. Sifatnya


    • Tetap, benda/barang modal yang dapat dipergunakan lebih dari satu kali dalam proses produksi. Modal tetap dapat dibedakan atas:
              - Modal yang tidak habis dipakai, yaitu berupa tanah
              - Modal yang berangsur-angsur habis, yaitu bangunan, mesin dll

    •  Lancar, modal yang habis dalam satu kali proses produksi. Contoh: bahan baku, bahan penolong dll
         b. Fungsinya
    • Masyarakat (social capital), modal yang mampu menghasilkan produk yang berguna untuk umum. Contoh:   bus, kereta api dll
    • Perorangan/Individu (personal capital), modal yang mampu menhasilkan bagi individu tertentu/ sumber pendapat. Contoh: tabungan, rumah disewakan dll

    Produksi Optimal
    Konsep efisiensi dari aspek ekonomis dinamakan konsep efisiensi ekonomis atau efisiensi harga. Dalam teori ekonomi produksi, pada umumnya menggunakan konsep ini. Dipandang dari konsep efisiensi ekonomis, pemakaian faktor produksi dikatakan efisien apabila ia dapat menghasilkan keuntungan maksimum. Untuk menentukan tingkat produksi optimum menurut konsep efisiensi ekonomis, tidak cukup hanya dengan mengetahui fungsi produksi. Ada syarat lagi yang harus diketahui, rasio harga harga input-output. Secara matematis, syarat tersebut adalah sebagai berikut. Keuntungan (p) dapat ditulis : p = PY.Y -Px.X, di mana Y = jumlah produk;

    PY = harga produk;
    X = faktor produksi;
    Px = harga factor produksi.

    Least cost combination
    Persoalan least cost combination adalah menentukan kombinasi input mana yang memerlukan biaya terendah apabila jumlah produksi yang ingin dihasilkan telah ditentukan.
    Dalam hal ini pengusaha masih dapat menghemat biaya untuk menghasilkan produk tertentu selama nilai input yang digantikan atau disubstitusi masih lebih besar dari nilai input yang menggantikan atau yang mensubstitusi. Jadi, selama DX2.P2 > DX1.P1 maka penggantian DX2 oleh DX1 masih menguntungkan.


    sumber :
    http://www.endz4shared.co.cc/2010/03/1.html
    http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/pengantar_ekonomi/Bab_2.pdf
    http://www.e-dukasi.net/mapok/mp_full.php?id=178

    24 Februari 2010

    HUKUM PERMINTAAN DAN PENAWARAN






    HUKUM PERMINTAAN


    1. Pengertian Permintaan
    Permintaan adalah sejumlah barang dan jasa yang diinginkan untuk dibeli atau dimiliki pada berbagai  tingkat harga yang berlaku di pasar dan waktu tertentu.



    Permintaan dapat dibagi menjadi 2 (dua) macam:
    a.Permintaan absolut (absolut demand).
    Permintaan absolut adalah seluruh permintaan terhadap barang dan jasa baik yang bertenaga beli/berkemampuan membeli, maupun yang tidak bertenaga beli.
    b.Permintaan efektif (effective demand)
    Permintaan efektif adalah permintaan terhadap barang dan jasa yang disertai kemampuan membeli.




    2. Hukum Permintaan



    Hukum permintaan tidak berlaku mutlak, tetapi bersifat tidak mutlak dan dalam keadaan cateris paribus (faktor-faktor lain dianggap tetap). Hukum permintaan “apabila harga mengalami penurunan, maka jumlah permintaan akan naik/bertambah, dan sebaliknya apabila harga mengalami kenaikan, maka jumlah permintaan akan turun/berkurang”.


    Hukum permintaan berbanding terbalik dengan harga.

    3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan

    Manusia adalah makhluk sosial yang dinamis, sehingga terjadi perubahan-perubahan yang dapat mempengaruhi kebutuhan hidupnya.

    Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan adalah:
    a.Harga barang itu sendiri
    Naik atau turunnya harga barang/jasa akan mempengaruhi banyak/sedikitnya terhadap jumlah barang yang diminta.
    b.Pendapatan masyarakat
    Pendapatan masyarakat mencerminkan daya beli masyarakat. Tinggi/rendahnya pendapatan masyarakat akan mempengaruhi kualitas maupun kuantitas permintaan. 
    c.Intensitas kebutuhan
    Mendesak/tidaknya atau penting tidaknya kebutuhan seseorang terhadap barang/ jasa, mempengaruhi jumlah permintaan. Kebutuhan primer, lebih penting dibanding kebutuhan sekunder. Kebutuhan sekunder lebih penting dibanding tertier, sehingga pengaruhnya terhadap jumlah permintaan berbeda.
    d.Distribusi Pendapatan 
    Makin merata pendapatan, maka jumlah permintaan semakin meningkat, sebaliknya pendapatan yang hanya diterima/dinikmati oleh kelompok tertentu, maka secara keseluruhan jumlah permintaan akan turun.
    e.Pertambahan penduduk
    Jumlah penduduk akan mempengaruhi jumlah permintaan. Makin banyak penduduk, maka jumlah permintaan akan meningkat.
    f.Selera (Taste)
    Perkembangan mode, pendidikan, lingkungan akan mempengaruhi selera masyarakat, yang akan mempunyai pengaruh terhadap jumlah permintaan. 
    g.Barang pengganti (substitusi)
    Adanya barang pengganti akan berpengaruh terhadap jumlah permintaan. Pada saat harga barang naik, jika ada barang pengganti maka jumlah permintaan akan dipengaruhinya.


    4. Kurva Permintaan
    Kurva ini menggambarkan hubungan fungsional antara harga dan jumlah barang yang diminta. Kurva ini menurun dari kiri atas ke kanan bawah yang berarti bahwa makin rendah harga (P), makin banyak jumlah yang diminta (Q). Mengapa demikian, karena:
    1.Orang yang mula-mula tak mampu membeli, dengan harga turun maka menjadi mampu membeli atau dari pembeli potensiil menjadi pembeli riil. 
    2.Orang yang tadinya membeli barang lain karena tingkat kemampuannya, sekarang menjadi membeli karena mampu.
     Berdasarkan keterangan tersebut di atas dapat dibuat kurva yang menunjukkan jumlah barang yang akan dibeli pada berbagai tingkat harga sebagai berikut:
    Harga
    Jumlah yang dibeli
    Rp. 200,00
    Rp. 300,00
    Rp. 400,00
    Rp. 500,00
    Rp. 600,00
    Rp. 700,00
    Rp. 800,00
    100 unit
    90 unit
    80 unit
    70 unit
    60 unit
    50 unit
    40 unit
    sumber: http://www.e-dukasi.net




    5. Pergeseran Kurva Permintaan

    Kurva permintaan dapat berubah karena:
    1.Perubahan Harga
    Perubahan harga mengakibatkan perubahan permintaan, yaitu:
    a. Jika harga naik, maka jumlah permintaan akan berkurang. Kurva akan bergeser ke kiri.
    b. Jika harga turun, maka jumlah permintaan akan naik. Kurva akan bergeser ke kanan.

    Contoh 1:
    Pergeseran kurva permintaan akibat dari perubahan harga.


    Pada saat harga Rp.30,00 jumlah permintaan 50 unit. Harga naik menjadi Rp.40,00 jumlah permintaan turun menjadi 30 unit. Pada saat harga turun menjadi Rp.20,00, maka permintaan meningkat menjadi 70 unit. 
    2.Perubahan Pendapatan Masyarakat
    Pendapatan masyarakat akan mengakibatkan perubahan permintaan.
    a.Jika pendapatan masyarakat naik, maka jumlah permintaan akan bertambah dan kurva permintaan akan bergeser ke kanan.
    b.Jika pendapatan masyarakat turun, maka jumlah permintaan akan berkurang, dan kurva permintaan akan bergeser ke kiri. 
    Contoh 2:
    Pergeseran kurva permintaan akibat dari perubahan pendapatan masyarakat.


    Pendapatan masyarakat mula-mula Rp.30,00 jumlah yang diminta 40 unit. Pendapatan meningkat Rp.40,00 jumlah permintaan naik menjadi 50 unit. Pendapatan turun menjadi Rp.20,00 jumlah permintaan menjadi 30 unit. 


    sumber: http://www.e-dukasi.net





    HUKUM PENAWARAN







    1.Hukum Penawaran
    Penawaran adalah sejumlah barang dan jasa yang disediakan untuk dijual pada berbagai tingkat harga pada waktu dan tempat tertentu.
    Jumlahnya penawaran sebagai akibat adanya permintaan dan sebaliknya, sehingga antara penawaran dan permintaan tidak dapat dipisahkan. 

    "Apabila harga naik, maka jumlah barang/jasa yang ditawarkan meningkat/bertambah. Jika harga barang/jasa turun, maka jumlah barang/jasa yang ditawarkan berkurang/ turun".
    Hukum penawaran berbanding lurus dengan harga barang. Hukum ini juga tidak berlaku mutlak 
    cateris paribus.






    2. Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah yang ditawarkan



    Seperti permintaan, penawaran juga dipengaruhi oleh faktor lain, yaitu:
    a.Biaya produksi (input)
    Tinggi/rendahnya biaya produksi akan mempengaruhi harga jual yang pada akhirnya akan mempengaruhi jumlah yang ditawarkan.
    b.Teknologi
    Maju/mundurnya atau canggih tidaknya teknologi akan mempengaruhi jumlah penawaran. Makin canggih teknologi, produktifitas semakin besar, harga menjadi murah, jumlah yang ditawarkan meningkat dan sebaliknya.
    c.Harapan keuntungan
    Tingkat keuntungan produsen, besar kecilnya laba akan menentukan harga jual. Keuntungan yang besar akan diperoleh jika harga barang murah, sehingga jumlah penawaran meningkat, yang pada akhirnya akan meningkatkan keuntungan.
    d.Kebutuhan akan uang tunai
    Mendesak atau tidaknya kebutuhan uang tunai bagi perusahaan akan berpengaruh kepada harga jual yang akhirnya berpengaruh pada jumlah penawaran barang/jasa.
    e.Harapan harga masa yang akan datang
    Bagi produsen yang mampu menahan barang untuk dijual pada saat harga dianggap lebih menguntungkan, produsen akan menahan barang, sehingga mempengaruhi jumlah penawaran.






    3. Kurva Penawaran

    Kurva penawaran adalah garis yang menghubungkan titik-titik pada tingkat harga dengan jumlah barang/jasa yang ditawarkan.
    Kurva penawaran bergerak dari kiri bawah ke kanan atas yang menunjukkan bahwa jika harga barang tinggi, para penjual/produsen akan menjual dalam jumlah yang lebih banyak. Agar lebih jelas, ikuti contoh berikut dengan seksama.

    Tabel Penawaran
    Harga
    Jumlah yang ditawarkan
    Rp. 100,00
    Rp. 200,00
    Rp. 300,00
    Rp. 400,00
    Rp. 500,00
    200 unit
    300 unit
    400 unit
    500 unit
    600 unit


    5. Pergeseran Kurva Penawaran


    Kurva penawaran akan mengalami pergeseran, tergantung pada faktor yang mempengaruhinya.
    Jika harga barang naik, maka jumlah penawaran akan bertambah, sehingga kurva bergeser ke kanan.
    Jika harga barang turun, maka jumlah penawaran akan berkurang, kurva bergeser ke kiri.
    Contoh:
    Pergeseran kurva penawaran akibat perubahan harga barang.
    - Pada saat harga Rp.30,00 jumlah unit yang ditawarkan sejumlah 40 unit.
    - Pada saat harga naik menjadi Rp.40,00 jumlah barang yang ditawarkan meningkat menjadi 60    unit,   kurva bergeser ke kanan.
    - Pada saat harga turun menjadi Rp.20,00 maka jumlah yang ditawarkan berkurang menjadi 25 unit, kurva   penawaran bergeser ke kiri.